BIJI-BIJIAN KOPI

Setelah kita membahas berbagai macam jenis teknik penyajian kopi mulai dari V60 sampai es kopi susu, tentunya akan lebih asik kalau kita mulai membahas bahan inti dari semua proses tersebut yakni biji kopi. Ya, ada berbagai macam jenis biji kopi yang digunakan oleh berbagai coffeeshop dikarenakan keunikan dari masing masing jenis biji. Namun pada umumnya varian biji kopi dibagi menjadi dua jenis, yakni Arabika dan Robusta yang akan kita bahas di bawah. Lets’s check it out!

Arabika

Mendengarkan namanya pasti terpikirkan oleh kita bahwa kopi ini berasal dari daratan timur tengah bukan? Namun ternyata tidak, arabika adalah sebuah jenis kopi yang berasal dari dataran tinggi Ethiopia Barat yang kemudian pada abat ke – 7 dibawa ke dataran rendah arab untuk di perjualbelikan.

Terlihat jelas dari asalnya, biji kopi arabika bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 3.000 sampai 7.000 kaki diatas permukaan laut. Daerah subtropis adalah daerah yang ideal untuk kopi arabika, karena umumnya daerah tersebut punya tanah gembur (atau tanah vulkanik), curah hujan merata, serta sinar matahari cukup, yang membuat arabika dapat tumbuh dengan baik. Namun, arabika adalah jenis kopi yang tidak mudah untuk dirawat. Tanaman kopinya cukup rentan terhadap hama dan penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV). Ini menyebabkan tanaman tak tumbuh optimal.

Biji kopi yang memiliki bentuk panjang dan pipih namun berukuran agak besar ini memiliki rasa yang sangat variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma segar seperti aroma buah – buahan. Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan. Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.

Jika Anda pernah minum wine, maka Anda akan paham kenapa kopi ini disebut-sebut sebagai Merlot-nya kopi. Rasanya manis namun umumnya ringan saat diminum. Secangkir kopi arabika bisa digambarkan aromatik dan kaya akan rasa. Ini sebabnya, jika anda membeli kopi arabika di kedai kopi, anda dapat melihat karakter rasa pada kemasannya, misalnya: bunga, fruityorangebuttery, coklatkaramel, dan lainnya.  Aroma dan rasa yang bervarian ini menjadikan kopi arabika disarankan untuk dinikmati secara original tanpa tambahan gula. Maka dari itu kebanyakan biji kopi arabika banyak diolah menggunakan teknik manual brew seperti V60 dan dinikmati tanpa campuran apapun di karenakan rasanyanya yang unik. Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.

Robusta

Berbeda dengan arabika yang sulit tumbuh dan rentan terkena penyakit. Jenis biji kopi robusta lebih mudah ditanaman dan dirawat. Kopi robusta berawal dari dataran rendah Afrika Barat dengan suhu yang lebih tinggi. Rahasia ketahanan tanaman kopi robusta juga terletak pada kandungan kafein dan asam klorogeniknya yang tinggi, yang berfungsi sebagai pestisida alami untuk melindungi diri dari serangan hama dan penyakit. Hal ini juga menjadi alasan utama mengapa dari sisi harga, robusta jauh lebih murah dibandingkan arabika.

Secara bentuk pun robusta memiliki ciri yang berbeda. Biji jenis ini bentuknya agak membulat dan terlihat padat. Ukurannya lebih kecil dibanding biji kopi arabika. Begitu juga dengan teksturnya yang lebih kasar dibandingkan biji kopi arabika yang halus. Robusta sering digambarkan sebagai kopi yang pahit atau tajam dengan karakter rasa seperti kayu dan karet. Pahit atau bitter ini berasal dari kandungan kafein yang lebih tinggi pada robusta jika dibandingkan dengan arabika. Jika anda hanya sekedar mencari kafein robusta adalah pilihan terbaik. Bahkan, robusta mengandung kafein dua kali lebih banyak daripada biji arabika. Umumnya dianggap memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan dengan arabika. Namun beberapa robusta berkualitas tinggi dan dihargai terutama dalam espresso karena rasanya yang dalam dan enak.

Di beberapa coffeeshop, jenis biji robusta seringkali dipadukan dengan jenis biji arabika atau yang biasa dikenal dengan houseblend. Jadi keunggulan masing masing jenis biji kopi tersebut di gabungkan untuk mendapatkan rasa yang kuat namun unik. Dan campuran seperti ini umumnya banyak menjadi coffee based untuk jenis minuman es kopi susu kekinian.