Let’s Get to Know Your Passion with Mima Shafa!

Halo, Blistener! Setuju nggak sih kalau yang namanya anak muda tuh pasti nggak lepas dari ambisi dan mimpi. Bisa dijamin, rasa ingin tau lo tentang hal baru nggak ada habisnya kan? Nah, di Binfluences kali ini, gue mau ngajak lo berkenalan dengan Mima Shafa! Sosok anak muda yang passionate banget dalam banyak hal. Pasti penasaran kan apa aja  passion dari seorang Mima Shafa dan gimana sih dia bisa konsisten selama pandemi ini? Yuk langsung aja scroll down! Siapa tau, lo bisa terinspirasi dari Mima! 

 

B : Bvoice Radio 

M : Mima 

 

B : Hi Mima! Makasih ya sudah meluangkan waktu untuk interview bareng Bvoice kali ini. Berhubung kita sekarang lagi menjalani PPKM, boleh cerita nggak kesibukan Mima sekarang apa? 

M : Hi jugaa! Sekarang berhubung lagi PPKM, yaa kesibukan gue di rumah aja sih, leyeh-leyehan dan lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga yang ada di rumah. Selain itu, banyak pekerjaan yang mulai masuk kayak jadi pembicara di webinar dan lain-lain. Which i’m so grateful for by the way, karena gue bisa mulai sharing dan bercerita lagi. Karena sebenarnya sebelum ini gue sempet hiatus dari request jadi pembicara webinar karena sekolah. Jadi berkat PPKM sih, gue mendapatkan lebih banyak waktu untuk fokus melakukan aktivitas ini lagi. 

 

B : Oh yaa? Keren banget! Nah kalau dari Instagram feeds Mima, kelihatannya kayak lo cukup banyak interest di berbagai bidang. Mungkin Mima bisa sharing sedikit apa saja hal-hal yang Mima passionate-in 

M : Kalau untuk passion gue emang tertarik ke berbagai bidang sih sebenarnya, tapi gue sangat passionate dalam menyuarakan isu-isu sosial tertentu yang patut diangkat. Awalnya di mental health, terus lama-lama gue juga mulai tertarik untuk membantu menyuarakan isu-isu pelecehan seksual. Sebenarnya sudah dari dulu sih gue concern dengan isu-isu tersebut, cuman baru akhir-akhir ini akun social media gue bertumbuh lebih besar, jadi gue rasa gue bisa memakai platform gue untuk mengedukasi followers atau siapapun yang lewat tentang isu-isu ini. Walaupun nggak banyak sih yang gue lakukan dibanding temen – temen aktivis gue yang lain tapi I try my best! 

 

B : Gimana sih cara Mima mencari passion tersebut? Biasanya apa aja sih yang bantu lo yakin atau tau bahwa ini passion yang cocok buat lo? 

M : Kalau dari gue sih, cari sesuatu atau sebuah isu yang bisa menimbulkan rasa prihatin di diri lo. Itu sih pertama, karena saat rasa prihatin dan kepedulian sudah muncul pasti passion itu akan tumbuh dengan sendirinya.

 

B : Kalau boleh tau apa yang mendorong lo untuk tertarik ke dunia seni? Biasanya dapat inspirasi dari mana saja untuk kreasi lo?

M : Gue suka banget sama dunia seni tapi sebenernya I wouldn’t call myself as an artsy person, karena gue bukan tipe orang yang membuat kreasi gue sendiri. Kalau untuk bentuk seni yang lain, dulu gue seneng banget nyanyi tapi belakangan ini belum ada waktu atau kesempatan untuk explore area itu lagi. 

 

B : Nahh kalau untuk fashion biasanya siapa sih yang Mima paling sering liat untuk style inspo?

M : Untuk fashion gue jujur nggak pernah stick to one style, karena bisa dibilang gue berpakaian sesuai mood gue dan nggak berpatok dengan satu fashion style tertentu. Tapi biasanya sih gue suka banget sama baju-baju yang warna warni dan extravagant gitu, salah satu contoh nya bisa dilihat di Harry Styles! Gue suka banget gaya dia yang beragam dan nggak kaku. Biasanya kalau nyari fashion inspo gue ke Pinterest, karena banyak banget yang bisa di-explore di sana. 

 

B : Selain fashion dan seni, kelihatannya nih lo juga cukup aktif mengadvokasi tentang beberapa isu-isu sosial. Bisa nggak Mima sharing sedikit tentang gerakan apa saja yang lo lagi aktif ikut berkontribusi? 

M : Iyaa seperti yang tadi gue sempet sharing di awal, gue cukup passionate dalam mengadvokasi isu-isu sosial apalagi seputar kesehatan mental oleh karena itu gue ikutan menjadi anggota di Ubah Stigma, sebuah NGO (non profit organization) sekaligus komunitas yang bertujuan untuk mengurangi stigma seputar kesehatan mental khususnya di Indonesia. Di Ubah Stigma gue bagian dari team public relations-nya, jadi banyak membantu menyusun dan mengeksekusi event. Kebetulan sih sekarang lagi kurang aktif organisasinya tapi kebetulan gue mau ngambil psychology untuk kuliah, gue harap kedepannya gue bisa ngebantu lebih di  Ubah Stigma dengan pembelajaran yang gue dapat dari jurusan gue. 

Source: Instagram.com/ubahstigma/

B : Nah, kan Mima masih 18 tahun nih yang sebenarnya tergolong masih sangat muda. Cerita sedikit dong tentang perasaan lo saat jadi pembicara di berbagai event

M : Sebenarnya sekarang sudah lebih banyak ya opportunities kayak gini untuk anak-anak seumuran gue, tapi sejujurnya awal-awal mendapat kesempatan jadi pembicara gue kayak kaget gitu. Sempat kepikiran “Gue mau ngapain disini? Mau ngomong apa?” tapi lama kelamaan makin senang aja ngejalaninnya  karena gue sadar bahwa lewat kesempatan ini gue dapat membantu lebih banyak orang yang sebelumnya mungkin belum bisa gue bantu,  karena nggak terjangkau. Misalnya, saat gue jadi pembicara untuk murid-murid dari daerah terpencil yang tidak memiliki akses sebanyak gue untuk materi online class yang mencukupi. Gue juga  merasa bahwa lewat gue menjadi pembicara, gue juga ikut serta memberikan kesempatan untuk anak-anak ini mengetahui informasi yang mungkin jarang mereka temui di kehidupan sehari-hari  mereka. Jadi, ya gue merasa cukup senang bisa menjadi bagian dari sesuatu yang cukup besar seperti ini dan gue juga merasa lewat kesempatan sebagai pembicara, gue melakukan sesuatu yang benar-benar berarti, so i’m very happy and thankful for that. 

 

 

 

 

 

 

 

 

Source: Mima Shafa ( Narasumber)

B : Kalau dari Mima sendiri, pernah nggak merasakan kesulitan untuk menjalani passion lo dikarenakan pandemi Covid-19? Mungkin karena terdampak dari segi mental health lo atau terbatasnya ruang gerak lo. Kalau pernah, bagaimana cara lo menghadapi hal tersebut?       

M : Honestly the pandemic really took a toll on me and my mental health, buat beberapa bulan tahun ini gue bener-bener mogok banget dari segi produktivitas. Keinginan gue untuk menjalani passion gue secara maksimal nggak tercapai karena gue selalu merasa capek. Pertama karena keadaan yang mengharuskan gue untuk terus-menerus berada di rumah dan membatasi ruang gerak gue. Kedua, saat itu gue juga di bawah banyak pressure dari sekolah, jadi untuk menjalani rutinitas keseharian di kehidupan personal gue saja udah terasa berat dan susah banget buat gue. 

Awalnya gue pikir kalau online class akan memberikan gue lebih banyak waktu untuk menjalankan passion gue yang lain, tapi ternyata malah menyita waktu dan gue merasa overwhelmed banget. Tapi sekarang gue lagi libur menjelang kuliah dan gue rasa akan ada lebih banyak waktu untuk membangun diri gue dari awal lagi semoga gue akan lebih baik kedepannya. Menurut gue salah satu hal yang membantu gue menghadapi kesusahan tersebut adalah memiliki mindset yang optimis dan terus melihat kedepan, gue pengen banget kedepannya bisa terjun langsung ke lapangan dan ikut serta membantu di yayasan atau sekolah. Walaupun hal tersebut pasti akan lebih susah untuk dicapai dan membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga tapi with that goal in mind gue mendapatkan tenaga untuk terus maju. 

 

B : Okay, pertanyaan terakhir! Ada pesan nggak dari Mima untuk anak muda lainnya yang ingin menggali passion mereka lebih dalam?

M : Oh! Kalau dari gue, penting banget buat anak muda tahu bahwa sebenarnya jaman sekarang there is no limit to doing anything that is your passion, gue rasa sekarang siapapun bisa memulai mengejar passion mereka. Lo nggak perlu mikirin limit atau barrier lagi, karena jaman sekarang sudah ada teknologi yang memberikan banyak banget resources yang dapat diakses dengan gampang oleh semua orang. Misalnya, lo pengen jadi seniman tapi lo bukan anak seni dan lo merasa nggak pYGunya skill di bidang art, menurut gue itu sudah nggak menjadi hal yang lo harus khawatirkan lagi karena lo bisa mempelajari skill yang lo butuhkan lewat online course atau bahkan hanya dari Youtube. Justru menurut gue, asalkan lo ada rasa suka dan motivasi dari diri lo untuk mengejar passion tersebut pasti akan tercapai.

 

Nah itu dia Blistener, obrolan Bvoice Radio dengan sosok inspiratif Mima Shafa! Seperti yang Mima sempat sebut tadi “There is no limit to doing anything that is your passion”. Jadi, lo sebagai anak muda harus terus mengejar passion dan jangan pantang menyerah, karena sekarang sudah ada banyak resources di internet yang bisa lo manfaatkan dengan baik asal ada kemauan! So Blistener, semoga lo bisa dapat motivasi dan inspirasi dari cerita Mima ya untuk terus mengejar passion lo!

 

Untuk keseruan selanjutnya, don’t forget to follow our social media! 

Instagram : @bvoice_radio

Twitter : @bvoiceradio

Facebook: Bvoice Radio 

Line@ : BVoice Radio

 

(Writer: Ameina Dewi / Bvoice Radio)

(Editor: Sekar Rahma / Bvoice Radio)