Perjuangan Dissa Syakina Berdayakan Kaum Tuli

 

Nama panjangnya Dissa Syakina Ahdanisa (28). Ia adalah pendiri sekaligus pemilik kafe tuli (tunarungu) atau DeafCafe Fingertalk. Sejak berdiri pada 2015, kafe tuli yang berlokasi di kawasan Pamulang (Tangerang Selatan) dan Cinere (Depok) ini mempekerjakan mereka yang disabilitas, dalam hal ini tuli. Untuk outlet yang ada di Cinere, selain kafe, Dissa juga membuka layanan cuci mobil dan motor atau Deaf Car Wash Fingertalk, yang mempekerjakan mereka kaum tuli.

Inspirasi untuk mendirikan kafe tuli pertama di Indonesia, Dissa peroleh ketika bekerja sebagai  relawan sosial di Nikaragua. Di sana, Dissa menyaksikan sendiri ada kafe tuli yang memberdayakan kaum tuli, namanya “Café de Las Sonrisas”. Inilah kafe tuli pertama yang ada di Amerika Latin. Terlecut untuk melakukan hal yang sama, Dissa kemudian bertekad  mendirikan kafe tuli yang sama di Indonesia.

“Saya sampai belajar bahasa isyarat secara khusus. Makanya, tidak aneh kalau kafe tuli ini dinamakan fingertalk alias jemari berbicara,” ujar Dissa yang pada 18 Februari 2018 kemarin baru saja melangsungkan pernikahannya dengan lelaki pujaan hati, Hijrah Syahputra.

Berkat kegigihannya memberdayakan kaum tuli, Dissa banyak memperoleh penghargaan. Bahkan ketika diundang ke Washington DC, Amerika Serikat, Presiden Barack Obama ketika itu, sempat menyebut-nyebut nama “Dissa from Indonesia” sekaligus mengapresiasi kerja sosial putri dari pasangan ayah Dwipa Oktafoma dan ibu Lisma Gaus ini sebagai teladan dalam membuka lapangan kerja bagi mereka yang disabilitas, dalam hal ini tuli.

Terakhir, pada Februari 2018 kemarin, Dissa Syakina juga memperoleh penghargaan Gantari Award 2018 sebagai sosok yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan kaum disabilitas.

Kalo lo kepo tentang kak Dissa, yuk baca artikel ini karena Reporter BVoice Radio kita Ghifari Ramadhan Fadli (G) berkesempatan  untuk wawancara bareng  Dissa Syakina Ahdanisa (D):

(G) : Sebelumnya Selamat Kak Dissa atas pernikahannya. Apa kabar Dissa, lagi bulan madu kemana ini?

(D) : Kabar baik, heheheee … kebetulan lagi menyiapkan berkas-berkas untuk melanjutkan sekolah bersama suami saya, Hijrah Syahputra.

(G) : Setelah menikah, berkeluarga, apa harapan Kak Dissa terhadap kegiatan sosial yang selama ini sudah sering dilakukan?

(D) : Harapan saya, kegiatan sosial yang dilakukan tetap bisa dilanjutkan, terutama dengan support suami yang juga berkecimpung di dunia sosial.

 (G) : Ada berapa kru Deaf Cafe & Deaf Car Wash semuanya? Kalau kru yang deaf atau tuli, berapa?

(D) : Ada 20 orang kru tuli di Fingertalk, dan 2 manager hearing atau yang bisa mendengar

(G) : Bagaimana pengembangan Deaf Cafe & Deaf Car Wash berikutnya?

(D) : Alhamdulillah sekarang setelah dua outlet di Pamulang – Tangerang Selatan dan Cinere – Depok, kami sedang bekerja bersama anak-anak muda tuli dan dengar di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah untuk membuat cafe seperti Fingertalk di sana. Namanya Banua Momberata yang artinya Rumah Kebersamaan. Di sana, selain ada cafe, ada juga tempat membaca dan ruang untuk mengadakan pelatihan-pelatihan kreatif, produktif juga inovatif.

(G) : Bagaimana pendapat Kak Dissa dengan usaha pemberdayaan kaum disabilitas (cacat) di Indonesia?

(D) : Alhamdulillah Indonesia sudah semakin baik, karena semakin banyak organisasi serta teman-teman yang peduli dengan teman-teman disabilitas. Publikasi tentang teman-teman disabilitas dan perjuangan serta kerja keras mereka di Indonesia yang sering terlewat kini mendapatkan “spotlight” dan perhatian, berkat sosial media dan berita-berita di internet.

(G) : Dibandingkan dengan di luar negeri, pelayanan umum (misalnya baik bus, ke toilet, bekerja) terhadap mereka yang disabilitas, bagaimana?

(D) : Indonesia masih punya banyak point untuk di-improve dan menjadi lebih baik, tapi Indonesia juga negara yang cepat belajar, terlebih dari negara-negara tetangganya. Alhamdulillah saya melihat sudah banyak kemajuan yang ada di Indonesia beberapa tahun belakangan ini.

 

Nah itu dia obrolan bareng Dissa Syakina Ahdanisa! Blisteners jadi terinspirasi  nggak nih buat ikutin jejak kak Dissa memberdayakan orang tuli dan peduli sama lingkungan disekitar kita. Selain bermanfaat hal yang dilakuin kak Dissa juga menyenangkan loh!

 

 

Don’t forget to follow our social media for more information!

Instagram        : @bvoice_radio

Twitter                        : @bvoiceradio

Facebook         : BVoive Radio

Line@             : @bvoiceradio

iOs& App Store : BVoice Radio

(Writer: Ghifari Ramadhan Fadli / BVoice Radio)

(Editor: Elia Geraldine / BVoice Radio)