Ngobrol Bisnis Bareng Raja Sapta Oktohari!

source: instagram/rajasaptaokto

Blistener, terjun ke dunia bisnis memang bukan hal yang mudah. Apalagi harus menghadapi tantangan-tantangan baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Namun, berbeda dengan Raja Sapta Oktohari yang merupakan presiden Komite Olimpiade Indonesia dan juga mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Ia memilih untuk menekuni passionnya di dunia bisnis selama lebih dari satu Dekade, sejak beliau masih kuliah. Simak cerita dibawah ini yuk!

 

R: Raja Sapta Oktohari

N: Naila Hanif Ayasha

 

N: Pas kuliah, bagaimana anda menggambarkan diri anda di masa depan?

R: Sembari kuliah di Oklahoma City University, saya ikut sekolah pilot, dan jurusan kuliahnya juga berpindah-pindah. Tapi akhirnya, saya sadar kalau semuanya gak bisa dikerjakan bersamaan. Akhirnya, saya memilih untuk fokus menyelesaikan kuliah. Namun sambil menyelesaikan kuliah, saya juga harus tau tentang segalanya. Karena hasil akhir dari pendidikan itu bukan hanya pengetahuan, tapi tau bagaimana caranya mengambil keputusan.

 

N: Gimana ceritanya bisa terjun ke dunia bisnis? 

R: Awalnya saya suka bisnis itu dari keluarga, karena saya berada di keluarga pengusaha. Tapi akhirnya usaha sendiri dan terus sampai sekarang!

 

N: Boleh cerita usaha pertamanya nggak dan gimana hasilnya?

R: Waktu itu usaha pertama saya jualan Garmen di pasar Tanah Abang pas pulang ke Indonesia tahun 1998. Waktu itu belum ada modal yang gede, jadi cara jualannya beli contoh bahan terus di jualin deh ke orang-orang. Kebetulan juga harga Dollar lagi naik pada saat itu, jadi memanfaatkan momentum.

 

N: Berarti Pak Okto belajar bisnis itu otodidak ya?

R: Bisnis mungkin secara teori ada di buku. Tapi prakteknya itu harus dari lapangan, jadi harus berani untuk berbisnis. Karena, di bisnis ini gak ada 1+1=2, mungkin saja bisa 12 atau mungkin bisa minus.

 

Dalam artian lain, bisnis bukan hanya sekedar investasi lalu dapat kembali dengan hasil yang sesuai prediksi. Bisa saja lebih dari ekspektasi, atau mungkin tidak sesuai sama sekali.

 

N: Punya role model nggak Pak dalam hidup?

R: Kalo role model mah banyak! Dalam bidang komunikasi role modelnya papa saya, karena beliau termasuk orang yang paling jago nge-lobby di Indonesia. Kalau dalam dunia bisnis sendiri idola saya itu Richard Branson. Karena saya suka tantangan, jadi saya cari orang-orang yang suka tantangan juga untuk jadi panutan.

 

N: Kira-kira udah satu level belum sama role modelnya?

R: Wah, belum lah masih jauh. Perjalanan masih panjang! Jadi pengusaha itu gak boleh cepet puas. Kalau di HIPMI itu istilahnya “Pengusaha pejuang, pejuang pengusaha” Setiap pengusaha pasti berjuang, setiap pejuang pasti berusaha. Itu nggak bisa berhenti, kalau berhenti itu berarti gagal. Tapi selama dia nggak berhenti, nggak ada kata gagal.

 

N: Pernah ada di titik terendah dalam karir nggak?

R: Ada beberapa kali. 

 

N: Gimana tuh Pak biar bisa bangkit lagi?

R: Ya gapapa juga, ketika kita sadar bahwa yang paling mahal di dunia itu adalah nyawa kita sendiri. Jadi selama kita masih hidup, berarti kita masih bisa berusaha, masih dikasih kesempatan untuk susah.

 

Orang tuh kadang suka terlalu banyak dihantui sama pikiran-pikiran sendiri. Takut gagal, takut rugi, takut segala macem! Sebagai pengusaha itu harus berani, tapi juga harus ada tanggung jawabnya!

 

N: Apa yang membuat Pak Okto bertahan selama ini di dunia bisnis?

R: Karena harus punya big picture, jadi bisnis itu bukan untuk memperkaya diri sendiri. Tapi kita bisnis untuk bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak. Harus mikirin keluarga kita, karyawan, dan juga lingkungan sekitar.

 

N: Ada pesan nggak Pak untuk para Blistener yang nantinya akan baca artikel ini dan mau mulai untuk berbisnis?

R: Begini, bisnis itu bukan pekerjaan. Bisnis itu passion, bisnis itu seni. Ketika bisnis itu jadi pekerjaan, mendingan jadi karyawan aja. Tapi ketika bisnis itu jadi seni, seperti air aja ngalir gitu gak bisa berhenti. Begitu mulai, apapun tantangannya, yang namanya pengusaha itu pasti akan ketemu yang namanya gagal, kecewa, rugi, tapi itu semua bagian dari dinamika. Yang pasti gagal itu hanya buat orang orang yang berhenti berusaha. Kalau masih berusaha, gak ada kata gagal.

 

Nah, begitulah dunia bisnis Menurut Raja Sapta Oktohari, Blistener! Kira kira Blistener mau gak ikutin jejak beliau jadi pengusaha? Tapi jangan sampai lupa daratan ya kalau udah sukses.

 

Don’t forget to follow our social media for more information!

 

Instagram        : @bvoice_radio

 

Twitter            : @bvoiceradio

 

Facebook         : BVoice Radio

 

Line@             : @bvoiceradio

 

 

 

(Writer: Naila Hanif Ayasha / BVoice Radio)

 

(Editor : Alya Zahra / BVoice Radio)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More Like This